Ga pernah ada yah ceritanya seorang “semi ikhwan” mendapatkan pasangan seorang “akhwat”? Iya, paham kalo jodoh itu layaknya bercermin. Tapi bukankah sebaiknya saling melengkapi dan saling mengingatkan? Misalnya orang yang selalu berpikir profit oriented bisa diingatkan oleh pasangannya yang non profit oriented (berjiwa sosial). Kan pas tuh jadinya antara duniawi dan surgawinya. InsyaAllah duniawi dapet, surgawi pun dapet.
Seiring berjalannya waktu, bisa saja “semi ikhwan” yang ada niatan menjadi lebih baik itu berubah menjadi “ikhwan” seutuhnya karena dididik sama si “akhwat”.
Plis jangan ketawa Cuma nanya
