Geografi UI 2008, HIPMI UI 2012. Danus BEM UI 2008 - 2011. Muda Mulia Batch I. Founder and Master Trainer CAPD Skill Training Center "Your Fundraising and Sponsorship Solution". Public Speaker
| Raef - With You (Chris Brown Cover) MP3 Download |
Theme by Caroline Tucker.
Powered by Tumblr.
— (via senjaya)
(via sezaihtiari)
Ada orang yang sudah berkeliling dunia, menjelajah kemana-mana, bertemu dengan bermacam-macam warna kulit dan suku bangsa, tapi pikirannya masih dangkal, hatinya sempit, tak secuilpun kebijaksanaan yang dipunyainya.
Ada pula orang yang setiap hari hanya bisa duduk di ruangan sempit, terkungkung dengan rutinitas-rutinitas itu-itu saja, tak pernah berpindah, tak pernah bepergian, tapi pikirannya dalam, hatinya lapang, kebijaksanaannya berlimpah.
Ternyata benar, bahwa urusan ilmu dan hidayah, hanya Sang Pencipta yang memegang kendali. Jika Pencipta menghendakinya, seorang yang tak berpendidikan pun bisa memiliki kebijaksanaan berlimpah. Sebaliknya, bila hati dan pikiran sudah ditutup oleh Penciptanya, tak secuilpun ilmu bisa masuk, sekalipun ia sudah mengitari seluruh dunia.
”(via kurniawangunadi)
(via riayuniar)
— (via ryanifitri)
(via ceritasebelumtidur)
Lafaz aamiin diucapkan didalam dan diluar salat, diluar salat amin diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain. Aamiin termasuk isi fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengan Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah). Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah swt.
Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain.
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :
1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI
Sumber : Group whatsapp “Ikhwan Dunia Akhirat”
Dosen: “Saya bingung. Banyak Umat Islam di seluruh dunia lebay. Kenapa harus protes dan demo besar-besaran cuma karena tentara amerika menginjak, meludahi dan mengencingi Al-Quran?
Wong yang dibakar kan cuma kertas, cuma media tempat Quran ditulis saja kok.
Yang Qurannya kan ada di Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya kira banyak muslim yang mesti dicerdaskan.”
Meskipun pongah, namun banyak mahasiswa yang setuju dengan pendapat dosen liberal ini. Memang Qur’an kan hakikatnya ada di Lauh Mahfuz.
Tak lama sebuah langkah kaki memecah kesunyian kelas. Sang mahasiswa kreatif mendekati dosen kemudian mengambil diktat kuliah si dosen, dan membaca sedikit sambil sesekali menatap tajam si dosen. Kelas makin hening, para mahasiswa tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Mahasiswa: “Wah, saya sangat terkesan dengan hasil analisa bapak yg ada disini.”ujarnya sambil membolak balik halaman diktat tersebut.
“Hhuuhhh….”semua orang di kelas itu lega karena mengira ada yang tidak beres.
Namun Tiba-tiba sang mahasiswa meludahi, menghempaskan dan kemudian menginjak-injak diktat dosen tersebut. Kelas menjadi heboh.
Semua orang kaget, tak terkecuali si dosen liberal.
Dosen: “kamu?! Berani melecehkan saya?!Kamu tahu apa yang kamu lakukan?! Kamu menghina karya ilmiah hasil pemikiran saya?! Lancang kamu ya?!” Si dosen melayangkan tangannya kearah kepala sang mahasiswa kreatif,
namun ia dengan cekatan menangkis dan menangkap tangan si dosen.
Mahasiswa: “Marah ya pak? Saya kan cuma nginjak kertas pak. Ilmu dan pikiran yang bapak punya kan ada di kepala bapak.
Ngapain bapak marah kalau yang saya injak cuma media buku kok. Wong yang saya injak bukan kepala bapak. Kayaknya bapak yang perlu dicerdaskan ya??”
Si dosen merapikan pakaiannya dan segera meninggalkan kelas dengan perasaan malu yang amat sangat.
“Itulah salah satu hukuman langsung dri AllahTa’ala bagi siapa saja yang ingin mempermainkan atau mencaci maki Agama-Nya.”
Perang logika lawan dengan logika
Sumber: divisi_dakwah
— untuk kita yang punya segudang alasan (via ysgunawan)
(via romialdinori)